Posts

Contoh Fabel

HARIMAU MAKAN DURIAN Suatu hari, seekor harimau kelaparan yang sangat buas, mengacau desa tersebut. Harimau memakan ternak dan menyerang warga desa. Puluhan warga mengalami luka luka serius. Situasi yang sangat darurat memaksa raja turun tangan. Raja memerintahkan seorang prajurit pilihan untuk mengatasi hal tersebut. “Wahai prajuritku, kau kuberi mandat untuk menangani harimau yang mengganggu wargaku!” perintah raja kepada Roman, sang prajurit pilihan. Di tengah hutan, Roman berkelahi dengan sang harimau. Roman terluka parah. Roman berlari dan terus berlari hingga sampai di desa kemingking yang terkenal karena duriannya. Roman memasuki desa kemingking dan harimau terus mengejarnya. Roman melawan harimau itu dengan sekuat tenaga. Melihat banyak durian yang jatuh, Roman pun menggunakan durian itu sebagai senjata. Ia melemparkan durian durian itu ke arah harimau. “Ampuni aku wahai prajurit. Aku tidak lagi mengganggu warga. Tetapi, izinkan aku untuk bisa menikmati durian du...

Contoh Fabel

KANCIL DAN SIPUT LOMBA LARI Suatu hari kancil bertemu dengan siput dipinggir kali. Melihat siput merangkak dengan lambatnya, sang kancil dengan sombong dan angkuhnya berkata. Kancil : “Hai siput, beranikah kamu lomba lari denganku ?” ( ajakan terasa sangat mengejek siput, berpikir sebentar, lalu menjawab ) Siput : “Baiklah, aku terima ajakanmu dan jangan malu kalau nanti kamu sendiri yang kalah.” Kancil : “Tidak bisa, masa jago lari sedunia mau dikalahkan olehmu, siput, binatang perangkak kelas wahid di dunia.” ejek kancil. Kancil : “Baiklah, ayo cepat kita tentukan larinya !” jawab kancil. Siput : “Bagaimana kalau hari minggu besok, agar banyak yang menonton.” Kata siput. Kancil : “Oke, aku setuju.” Jawab kancil. Sambil menunggu hari yang telah ditentukan itu, siput mengatur taktik. Segera dia kumpulkan bangsa siput sebanyak-banyaknya. Dalam pertemuan itu, siput membakar semangat kawan-kawannya dan dengan geram mereka ingin mempermalukan kancil dihadapan umum. D...

Contoh Fabel

Serigal Dan Seekor Kambing Seekor serigala melihat seekor kambing sedang merumput di tepi tebing tinggi yang curam. Serigala itu menyentuh bibirnya dengan pikiran seekor kambing yang mantap untuk makan malam. “Wahai temanku,”kata serigala itu dengan suara termanisnya, “apakah kamu tidak takut jatuh dari tebing itu? Turunlah ke sini dan merumput di rumput-rumput yang nikmat di sebelahku pada permukaan yang rata dan aman. “Tidak, terima kasih,”kata si kambing. “Baiklah,”kata serigala, “apakah kamu tidak dingin diatas sana karena angin? Kamu akan merasa lebih hangat merumput di bawah sini di sebelah ku di area yang teduh.” “Tidak, terima kasih,”kata kambing. “Tapi rasa rumputnya lebih baik di bawah sini,”kata serigala yang jengkel, “kenapa makan sendirian?” “Serigala yang terhormat,”si kambing akhirnya berkata ,”apakah kamu cukup yakin bahwa yang kamu khawatirkan adalah makanan ku dan bukan makananmu?”

Contoh Fabel

Monyet dan Ayam  Pada suatu zaman, ada seekor ayam yang bersahabat dengan seekor monyet. Si Yamyam dan si Monmon namanya. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si Monmon yang suka semena-mena dengan binatang lain. Hingga, pada suatu petang si Monmon mengajak Yamyam untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang, si Monmon mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Yamyam dan mulai mencabuti bulunya. Yamyam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. “Lepaskan aku, mengapa kau ingin memakan sahabatmu?” teriak si Yamyam. Akhirnya Yamyam, dapat meloloskan diri. Ia lari sekuat tenaga. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. si Kepiting merupakan teman Yamyam dari dulu dan selalu baik padanya. Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang rumah si Kepiting. Di sana ia disambut dengan gembira. Lalu Yamyam menceritakan semua kejadian yang dialaminya, termasuk penghianatan si Monmon. Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting ti...

Contoh Fabel

Cacing Dan Ulat Tujuh ekor cacing baru saja selesai sarapan paginya di sebuah pohon yang besar dekat sungai. Mereka sedang akan meninggalkan pohon itu kembali ke rumah mereka. Ibu mereka berjalan dengan senang di depan mereka. “Ayo anak-anak. Mari kita pulang ke rumah,” kata Ibu Cacing. Dalam perjalanan pulang mereka, seekor jangkrik berteriak,”Ya Tuhan! Anak terakhirmu jelek sekali!” “Jelek?” Tanya Ibu Cacing. Kemudian dia melihat ke anak terakhirnya. Dia tidak sama dengan anak-anak lainnya. “Hei Jelek!” teriak Ibu Cacing, “kamu bukan anakku. Pergi!” Cacing kecil menundukkan kepalanya dan berjalan pergi. Dia sangat sedih. Ketika dia sampai ke sebuah danau, dia melihat ke air dan melihat wajahnya. “Oh lihatlah diriku. Aku memang benar sangat jelek,” dia menangis. Tiba-tiba, cacing kecil itu mendengar suara. “Kamu tidak jelek. Tidak ada orang yang jelek,” kata suara itu. Cacing itu melihat sekitarnya. Kemudian dia melihat seekor ulat besar b...